10 September, 2008

MEMILIH DAN MEMASANG ANTENA TV YANG EFEKTIF

Sering kita dibuat jengkel bila suatu saat sedang melihat suatu siaran TV tiba-tiba terganggu karena gambar atau suara siaran memudar penuh dengan semut. Hal ini terjadi terutama pada siaran TV yang menggunakan modulasi analog, misal pada siaran UHF atau VHF. Memang kecenderungan perkembengan teknologi elektronika mengarah ke system digital ini ditandai dengan maraknya operator siaran TV berlangganan. Bahkan perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia mulai mencoba memasarkan jasa siaran TV kabel melalui jalur layanan internet. Siaran TV satelite yang biasa masyarakat sebut siaran parabola juga menghasilkan gambar dan suara yang bagus, tapi untuk dapat menikmatinya paling tidak harus mengeluarkan dana 1 juta rupiah guna membeli seperangkat sattelite receiver, reflektor, LNB dan rotater.
Tapi sampai saat ini Siaran TV (UHF dan VHF) analog masih menjadi favorit masyarakat karena lebih murah (gratis), dari sisi kualitas gambar dan suara tentu saja berbeda dengan system digital. Tapi ini bisa kita siasati dengan cara memaksimalkan RF TV yang kita terima dari pemancar ke antena, booster sehingga sampai TV mutu gambar dan suara lebih memadai.
Berikut trik-trik tersebut :
  1. Pilih antena deret (yagi) yang memiliki elemen lebih banyak atau panjang, karena dengan director yang panjang akan di peroleh gain atau penguatan lebih besar. Selain itu penembakan arah dari pemancar lebih tepat dan interferensi dari pantulan gedung bertingkat atau bukit lebih sedikit mempengaruhinya. Yang menjadi favorit saya antena UHF DX yang original (katanya impor Jepang), dari sisi ketepatan resonansi dan bahannya yang benar berkualitas.
  2. Gunakan kabel coaxial 75 ohm yang memiliki loses (attenuation) daya kecil, contoh RG7 , RG-6 dengan attenuation sekitar 5 db/100 feet pada frekuensi 750Mhz, atau bahkan RG11 dengan attenuation sekitar 3,6 db/100 feet (cuma repot masangnya diameternya terlalu besar) . Kalau menyebut merek bolehlah Belden atau Kitani (produk indonesia). Jika susah carinya atau terlalu mahal untuk dua merek tersebut bisa anda cari kabel sejenis dari merek lain asalkan berkualitas bagus (serabutnya rapat, diameter konduktor tengahnya 1 mm, konduktor tersebut benar2 dari tembaga asli bukan sepuhan). Untuk mengecek cukup anda kupas ujung kabel tersebut konduktor tembaga serabut berwarna kuning kecoklatan, sedang konduktor yang tengah dapat anda kikir atau kerok pakai gunting, jika tembaga asli warna kuning kecoklatan sampai kedalam. Jika kabel tersebut hanya sepuhan kawat pejalnya tengahnya bukan tembaga melainkan alumunium yang disepuh tembaga, pasti dalamnya putih.
  3. Untuk panjang kabel antara antena dan booster sebaiknya sekitar 1,5 meter tanpa adanya gulungan.
  4. Bila jarak pemancar agak dekat dan penguatan daya RF terlalu besar anda bisa mengurangi trimpot UHF Gain menjadi lebih kecil. Tapi bila jangkauanya jauh anda bisa atur pada posisi maksimal.
  5. Tinggi antena maksimal 15 meter jangan lebih.
  6. Pastikan seluruh konektor terhubung dengan sempurna dan benar(biasanya pengkabelan booster, antena di sertakan petunjuknya).
  7. Gulungan sisa kabel secara tidak langsung juga menurunkan daya RF meskipun kecil.
  8. Yang paling akhir adalah menentukan arah antena yang tepat di mana pemancar berada, biasanya untuk penerimaan yang jauh dari pemancar sudut deviasi menjadi lebih kecil. Artinya sekelompok pemancar dari kota tertentu bila diterima dengan jarak yang agak jauh masing-masing pemancar berada pada arah antena yang sama.


OK selamat mencoba!!!!!......

50 komentar:

iam mengatakan...

d rumah saya pakai antena dalem, gambarnya jelek. pke antena luar ampe 5 meter, jelek juga. mungkin pke antena berbayar kali ya biar bagus..

p.guru mengatakan...

mas iam benar sekali, pake yang berbayar pasti ga ada masalah. asal kita bisa nyisihkan uang tiap bulanya untuk langganan. Di Rumah aja saya juga pake indovision 150rb/bln. Gambarnya josss... karena format modulasinya sdh digital. Namanya jg pake satelit pasti bebas hambatan. Tp untuk siaran TV lokal ya terpaksa saya pake ant UHF DX stick elemenya yang banyak deretnya ama bost DX jg. "makasih yaa.... komentya".

Onik Ismiati mengatakan...

mas purwantoro punya gak skema antena yg ok soalnya saya udah pake punya mandra tapi masih aja ada stasiun tv yg gambarnya kurang bagus tolong kirim ke hanafipoer@gmail.com


makasih

poer

Anonim mengatakan...

Sampean bilang pakai booster, apa di antena yagi tidak ada boosternya ? berarti beli booster lagi dong

Anonim mengatakan...

Pak, saya mau pasang sistem antena TV untuk kos2an saya. Bagaimana caranya yang benar untuk distribusi siaran TV ke masing2 kamar kos ya pak? Kira2 ada 24 kamar. Terima kasih

Anonim mengatakan...

pak, saya punya anterna matrix dan receivernya. dirumah saya ada dua tv, nah tv ni diparalelkan dengan tv yang satunya. gambarnya sih ada, tapi begitu channel tv dipindahkan maka channel tv yang lain juga pindah.jd gimana nih supaya tv-tv ini bisa memiliki channel sendiri-sendiri, ap mesti pake booster tv. gimana sih cara pasang booster tv it...?thankx b4

PURWANTORO mengatakan...

biasanya untuk penggunaan 1 antena disalurkan ke beberapa TV kita membutuhkan spliter antena yg bisa di beli di toko elektronik. Tapi biasanya outputnya yang ada di pasaran stahu saya palibg banyak 6 jalur keluaran. kalo ingin lebih banyak jalur keluaranya kita bisa modif spliter tsb.....
Kalo matrik 1 disk dengan LNB keluaran ganda bisa kita pasang dua receiver untuk masing2 TV sehingga nanti bisa milih chanel sendiri2..

agus nurhadi mengatakan...

aku juga ada masalah dengan dengan televisi uhf ku padahal 3 bulan lalu gambarnya bening sekarang gambarnya kabur kadang ada semutnya wah pokoknya menjengkelkan bahkan smapi suara harus sampai 100 % agar terdengar trus 15 menit kemudian suara jadi kenceng gilaaaa...........
gimana ngatasi persoalan ini padahal antenna ama booster belum ada setahun gambar ga jelas lokasi saya di desa kumpulrejo kecamatan grabag kabupaten purworejo jawa tengah

PURWANTORO mengatakan...

mas agus....
untuk masalah panjenengan perlu adanya pengkajian data permasalahan...
misalnya apakah TV disekitar panjenengan (tetangga) mengalami masalah serupa, kalo iya kemungkinan ada interferensi dari frekuensi lain. seperti dari repeater antena seluler, atau dari pemancar radio yang dekat dengan lokasi anda.
kalo TV tetangga masih bagus penerimaanya berarti yang bermasalah adalah penerima kita. perlu dicek lagi apakah hubungan dari antena, booster, catu daya, dan televisi masih dalam keadaan baik..... untuk koneksi kabel dan tegangan catu bisa kita cek dg multimeter.....

Anonim mengatakan...

mas purwanto, mohon info toko penjual antena tv uhf dikota mas.
klo bisa yg grosiran.
mohon info ya mas, nih no HP ku
0819 549 7797

Anonim mengatakan...

mas purwanto, mohon info toko penjual antena tv uhf dikota mas.
klo bisa yg grosiran.
mohon info ya mas, nih no HP ku
0819 549 7797

Plot mengatakan...

Mas mo tanya neh, klo antene parabola eks astro bisa digunakan tidak jika di pasangkan receiver parabola biasa, soalnya sayang neh antene masih ngegantung aja di rumah, klo bisa hasilnya bagus gak yaa!!! thx atas infonya mas.....

iwenk setiyawan mengatakan...

Mas pur, mo nanya nih, apakah 2 booster bisa saling disilangkan bila merk berbeda?
maksudnya booster atas A disilangkan dengan booster bawah B soalnya di rumah ada 2 booster tapi ga tau jalan apa ga,

yang kedua bagaimana cara menge-cek booster antenna apakah masih jalan apa tidak, klo pake multimeter kira" apa saja yg harus di cek,

matur nuwun

regards

iwenk

PURWANTORO mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
PURWANTORO mengatakan...

Mas iweng.... Maksudnya boster bawah tu catu dayanya yg terhubung dg tegangan ac220V?
Biasanya bisa, pada prinsipnya rangkaian booster sesungguhnya adalah yg terpasang bagian atas sedangkan yang bawah adalah catu dayanya. catu daya (booster bawah dapat dicek pada terminal yang ke booster atas harus menunjukan tegangan diatas 12Vac. sedang booster atas masing2 TR harus menunjukan tegangan DC operasionalnya VBE, VCE..

Kanjeng Asbar mengatakan...

Pak, saya minta tolong penjelasan tentang bagaimana cara pemasangan kabel dari TV ke Booster dan Antena, soalnya panduan yang dari bawaan pas beli sudah hilang....

Apakah kalau GRD tidak di pakai gambarnya akan lebih bagus?

Terima kasih...

purwantoro mengatakan...

pemasangan instalasinya seperti pada gambar diagram di atas.. saya kira diagram tersebut cukup menjelaskan. Dari terminal antena dihubungkan dengan kabel coaxial 75 ohm kabel pejal yang tengah menghubungkan out antena ke in UHF booster Sedang yang serabut menghubngkan ground antena ke ground booster. kemudian out booster dihubungkan dengan coaxial jg, kabel pejal yg tengah menghubngkan out booster ke terminal catu daya (booster bawah kt org awam), yang serabut dr gnd booster ke gnd catu daya. kemudian Out dr catu/booster bawah bagian tengah hubngkan dg coaxial pejal ke konektor atau jak antena TV. yang gnd jg sama. GND dilepas secara teori tdk dpt meningkatkan gambar lbh bagus, justru menurunkan daya penerimaan.

PURWANTORO mengatakan...

Mas plot... nih jawaban masalah parabolanya aku up-date...
Untuk parabola eks ASTRO bekerja pada frekuensi KU band. Sementara siaran gratis yg biasa parabola kebanyakan berada pada C band. Tapi ada juga sih KU band yg gratis tp jumlahnya lebih sedikit. Jadi kalo Kita pasang LNB untuk C band sebenarnya bisa tp agak kekecilan sehingga sinyal yg diterima lebih lemah lagian untuk pointing dg dish kecil agak susah. Untuk arah dishnya coba klik link ini http://www.satbeams.com/footprints kemudian hubungkan ke reciever biasa lalu lakukan blind scan.... OK kedepan akan saya coba posting masalah seting parabola.....

Teguh Subianto mengatakan...

Pak Pur.. Mau tanya apa sih bahan untuk terminal antena UHF.. kebetulan terminal antene uhf q rusak.. dari pada beli mungkin ada bahan lain tuk bisa buat terminal sendiri... dari Teguh Subianto Blog nya Orang Cepu & Tunjungan

Anonim mengatakan...

Pa klo saya ingin memparalel 2 antena UHF dengan tipe yang sama tapi dalam posisi satu menghadap satu barat satu lagi ke timur dalam satu tiang ada masalah tidak ? dan apakah di perlukan booster juga, ?

Rgds
Meidy

PURWANTORO mengatakan...

@mas teguh
biasanya yang dari toko bahanya plastik. kalo beli sih biasanya harganya gak sampai 15rb sudah termasuk sepasang antena dipolenya. tapi kalo pingin buat sendiri bisa dari bahan PVC semacam bahan pralon. kalo misal ada potongan talang pralon yang berbentuk kotak bisa kita modif sedemikian rupa sehingga konstruksinya pas untuk pemasangan bom antena.

PURWANTORO mengatakan...

@anonim
Secara praktek yang pernah saya lakukan itu bisa, tapi secara teoritis 2 antena yang bertolak belakang 2 fase frekuensi yang diterima dari arah yang sama saling mengganggu. tetap memerlukan booster.

Teguh mengatakan...

waduh yang saya maksud bukan bahan pembungkus Or casing antena kalee.. itu lho pak.. yang bahannya kayak kawat tembaga di terminal antena UHf.. Kawat apa yo pak ?/.. Bukan kawat tembaga biasa Khan.. Teguh Blora

Teguh mengatakan...

Oya makasih nmampir juga di blog aq. hehehe Salam Kenal..

PURWANTORO mengatakan...

Sudah mampir mas Teguh.... liat di chat box....Blog yang bagus....
Ohh maksudnya terminal/konektor.. kalo saya biasanya pakai PCB polos terus saya buat pola jalur dilarutkan dengan ferri chloride kemudian pasang port terminal pd PCB tsb... thanks sudah mampir... lg...

Anonim mengatakan...

Pak, mhn info...di terminal antena itu, apakah serabutnya kabel antena mesti menempel di salah satu konektor? atau tidak? dan apakah boleh di solder pakai timah? soalnya tangkapan sinyal TV di rumah saya, Gedangan, Sidoarjo Jatim, jelek banget. padahal sayang TV-nya sdh LCD 32 in.

purwantoro mengatakan...

seharusnya menempel pada konektornya...tidak harus disolder asalkan serabut tersebut sudah benar2 terhubung dengan semestinya, biasanya terminal antena untuk serabut tersebut tersebut tersebut dilengkapi dg baut atau skrup. sayang banget TV nya bila tampilanya tdk maksimal. atau pasang aja parabola.... skrg 750 rb sudah ongkos pasangnya... he.he.he.... coba deh klik link posting saya tentang parabola....
http://dasar2elektronika.blogspot.com/2011/01/memasang-antena-parabola.html

Anonim mengatakan...

Mau tanya Pak komponen antena atau design dalam antena yg model bagaimana yg daya tangkapnya bagus, karena saya lihat design antena dalam yg simple cm terdiri dari lempengan jg jadi antena luar, apa antena dalam sama dengan antena luar, antena model bagaimana yg punya daya tangkap bagus dan tanpa booster.....
terima kasih
firmankurnia_f@yahoo.com

Anonim mengatakan...

Mas sebenarnya sdh ada antena UHF buatan LIPI Bandung yang dapat menerima gelombang dari segala arah, saya sdh gunakan hampir 5 thn dan semua channel gambarnya bagus

giriayoga mengatakan...

makasih pak tutorialnya...soalnya kualitas gambar tv ku jelek...

PURWANTORO mengatakan...

firman@ ; struktur antena dalam sebenarnya hampir sama dengan antena luar. keduanya menggunakan antena dipole. bedanya untuk antena luar menggunakan elemen director-nya berderet banyak sehingga gain atau penguatan lebih tinggi. untuk menigkatkan gain kita bisa lakukan stacking dipolenya driver-nya termasuk pada antena dalam, ini perbedaanya signifikan sekali dibanding dipole standard.kapan2 akan saya kupas masalah stacking (paralel antena)
anonim1 : boleh dong antena LIPI nya Di shared!!! biar rekan2 yng laen bisa menyelesaikan masalah kesemutan pada TV nya...he.he.he...
Yoga@ Thanks maz Yoga....

kintasberita mengatakan...

salam kenal dari http://blog.umy.ac.id/lintasberita/
tanya sekalian donk,tau cara untuk membuat alat agar koneksi internet lebih cpt seperti wajanholic tp yg lebih sederhana lagi !

ipras mengatakan...

Pak klo lcd tv antena ama kabel pakai apa ya?

tvkuindo mengatakan...

Bingung memilih pay tv operator yang bagus?

baca blog saya yang berisi pengalaman saya berlangganan indovision/toptv/yestv dan telkomvsion

http://tvkuindo.wordpress.com/2011/04/11/memilih-tv-berlanggana-satelit-yang-bagus

budy mengatakan...

pak, yg dimaksud ground, serabutnya dililit ditengah atw dililit di salah satu baut kanan kiri pak? Trims.

Ardan mengatakan...

Pak, bisakah bagian outdoor boosternya di pasang dekat dgn power suplynya ( di indoor )? Apakah hasil gambarnya bisa baik juga ?

Anonim mengatakan...

menyanyi bersama...PaNtura.....

ikuti surveynya, raih hadiahnya mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
kurniawan mengatakan...

Salam Kenal buat Pak purwantoro..
Ada yg ingin sy tanyakn, karena antena uhf terpasang di TV tuner sy hasilnya jelek di bbrp stasiun, sy iseng pakai antena yagi (biasanya sy gunakan di modem) buat TV dan hasilnya ternyata semua saluran TV jelas. Pertnyn sy, apa bisa saya gabungkan (pararel) antena yagi itu untuk TV sekaligus modem tanpa atau dengan spliter? Bisa merusak alat atau tidak? Makasih banyak sblmnya, mg tambah sukses..

nyot mengatakan...

slm kenal mas, sy tinggal di stu pulau di lombok, jd jauh dri pemancar, trs sinyal tvnya lumayan bgus sy pke antena yg hrga 100 rbuan bukan mandra' sy lpa merknya, Klo siang mulai jm 11 smpe jam 6 itu gambarnya jernih bgt smua channel, tp begitu mthri dah tenggelam, sinyalnya tv nya pun ikut tenggelam mas, penebabnya apa ya? trs caranya gmn biar ndk tmbl tengglam gitu?
Antena DX tu yg mana mas Trs hrgnya brp? Klo sy pke itu bsa bgs ga ya? Thnks.

Anonim mengatakan...

http://www.ppet.lipi.go.id

ada antena segala arah, bisa untuk indoor maupun outdoor, terbuat dari bahan pelat alumunium lebaar 5cm tebal 3 mm, empat buah pelat sepanjang 30cm disejajarkan secara vertikal dg tangkai paralon...bagian depan 1 bh pelat ukuran 40 cm di bentuk seperti angka 8 .. ada komponen penguat ditengah pelat alumunium yg berbentuk angka 8 .... saya pasang diluar cuma nempel di talang genteng tanpa memakai tiang hasil semua chanel jernih sedangkan tetangga memasang antena mandra sampai 7 m masih banyak semut...

Cafedip Internet Hotspot mengatakan...

1.mengapa jarak boster dengan anten harus 1meter? bukannya lebih pendek lebih bagus untuk memperkecil kehilangan signal.
2. boster yang kurang baik kwalitasnya atau boster yang invalid/bermasalah apakah bisa merubah arah penangkapan signal dari anten?
3. apa dampaknya apa bila boster terlalu besar gainnya
4. trimakasih atas responnya...slam hangat

Anonim mengatakan...

Antena yang bgus tapi harganya terjangkau merk apa ya ?

blogwidget mengatakan...

untuk daerah jabodetabek ada tv berbayar yg murah loh cuma 59rb perbulannya. Yaitu tv AORA. Coba browsing ja di google untk data yg lebih akurat. Untk sinyalny bgus smwny walupn cuaca sdg buruk. Ane tau krna k2k ane sdh pasang ddaerah bogor ting2alny.

Anonim mengatakan...

Untuk serabut pada kabel apakah harus digunakan di booster?

Antena Tv yang Bagus mengatakan...

SOLUSI TEPAT untuk mengatasi GAMBAR TV Anda yang KURANG JERNIH, KURANG BAGUS dan BANYAK SEMUT-NYA dengan ANTENA TV BAGUS – SUPER AntenaTV yang bisa menerima sinyal uhf dan vhf , serta cocok untuk ANTENA TV BAGUS TV LCD LED CRT
Sila kunjungi :
http://antenatv-rakitan.blogspot.com
terima kasih 

Anonim mengatakan...

Terima kasih atas infonya.

indraindry_comunity mengatakan...

pak, saya mahasiswa , saya lg ada tugas ni, saya mau tanya,jika antena tv itu dipararel ke beberapa tv,saluran2 disetiap tvnya sama atau tidak ?
alasannya apa ya ?trims

PURWANTORO mengatakan...

Kalau mau memparalel satu antena ada perangkat namanya spliter RF TV. jenisnya ada 2 pasif (tanpa penguatan) dan aktif (dengan penguatan). Seperti halnya rangkaian dasar elektronika sesuatu yang dparalel masing2 jalur pada rangkaian akan terbagi menjadi arus yang lebih kecil pada masing2 beban sesuai impedansinya. prinsip dari spliter adalah sebagai balancing impedansi pada in antena masing2 TV yang diparalel. Spliter aktif biasanya disertai rangkaian buffer sehingga daya dari antena diperkuat dahulu sebelum diparale ke masing2 TV.

Moch Hasim mengatakan...

Di daerah sy sulit sinyal pakau uhf dipasang di tower. Tp di salurkan 1 rw. Supaya bisa bagus smua. Gimana caranya